Sudah Terbit: SERIKAT KEGELAPAN

Sudah terbit, SERIKAT KEGELAPAN, kisah tentang tiga perampok bank oleh Sidik Nugroho.

***

Sinopsis:

Menjelang siang, sebuah bank dirampok. Pelakunya tiga orang yang memiliki latar belakang kehidupan yang pahit karena merasakan ketidakadilan: guru yang benci melihat pemimpin-pemimpinnya yang korup dan serakah, karyawan tambang yang menyaksikan pemimpinnya melenyapkan aktivis lingkungan hidup, dan pria yang anaknya menjadi korban pemerkosaan.

Sebelum merampok, tiga orang ini membuat perencanaan, bagaimana merampok uang semilyar rupiah dari bank yang mereka sasar sejak awal. Selesai merampok, dua polisi berupaya mencaritahu keberadaan mereka.

“Keadilan adalah omong kosong. Kalau kita berpikir bahwa pembalasan adalah hak Tuhan, biarlah tangan-Nya yang kuat membantu kita merampok sebanyak-banyaknya uang dari bank!”

***

Harga hari ini sampai 14 Oktober: Rp55.000,00. Harga setelah 14 Oktober: Rp62.500,00. Harga belum termasuk ongkir.

Bagi yang tertarik menjual kembali (menjadi reseller), pembelian minimal tiga eksemplar; harga per eksemplar Rp50.000, belum termasuk ongkos kirim. Ada harga khusus untuk pembelian di atas tiga eksemplar.

***

Tebal buku: 232 halaman
Penerbit: Kopihitam
Rilis: Oktober 2017
Untuk memberi rating dan ulasan buku ini di Goodreads, klik di sini.

***

Untuk pemesanan, silakan kontak WA 0895-2823-9689 (Gita).


Percik Inspirasi 2: Politik dan Dua Penulis

Tahun 1937, seorang penulis tiba di Paris menumpang kereta api. Saat keluar, seseorang berlari-lari sambil memanggil-manggil namanya, “Octavio Paz! Octavio Paz!” Ia, Pablo Neruda, memeluk Octavio Paz setelah berkata, “Oh, Anda masih begitu muda!” Neruda kemudian mencarikan hotel untuk Paz, dan mereka menjadi sahabat karib sejak hari itu.

Paz berkata, Neruda-lah orang pertama yang memberi perhatian pada puisi-puisinya dan membacanya dengan penuh simpati. Paz tampak bahagia dengan persahabatan itu, menyatakan, “Sesungguhnya, ilham terbesar selama periode pertama kehidupan kesusastraan saya adalah puisi-puisi Pablo Neruda.”

Namun, persahabatan mereka retak ketika Paz menganggap Neruda memiliki sifat yang suka menguasai, walaupun ia dermawan dan suka menolong. Persahabatan makin retak gara-gara perbedaan pandangan politik dan Stalin. Neruda memuja Stalin, sementara Paz makin lama membenci Stalin. Mereka pernah berkelahi—hampir menjadi perkelahian fisik—dan berhenti berbicara satu sama lain selama dua puluh tahun. Neruda menulis beberapa catatan tidak menyenangkan dan sebuah puisi tentang Paz. Paz menulis beberapa artikel mengerikan tentang Neruda. Bahkan ketika berada di tempat yang sama, mereka tak mau bertemu.

Sampai suatu ketika mereka berada di festival yang sama, di London. Sebelum itu Kruschev sudah melaporkan teror-teror yang dilakukan Stalin kepada umum. Paz bersama Marie Jose, istrinya, bertemu Matilde Urrutia, istri Neruda. Matilde-lah yang yang mengajak Paz, “Anda ingin bertemu Pablo? Saya rasa ia akan senang bertemu Anda lagi.”

Paz menuju ruangan Neruda, saat itu ia sedang diwawancarai wartawan. Begitu wartawan itu pergi, Neruda berkata, “Anakku,” lalu memeluk Paz. Paz tersentuh, hampir menangis. Mereka berbicara sebentar, karena Neruda memang sedang akan pulang ke Chili. Mereka bertukar buku. Beberapa tahun kemudian, Neruda meninggal dunia.

“Menyedihkan memang, tapi pertemuan singkat di atas merupakan sesuatu yang terbaik yang pernah terjadi pada saya—saya kehilangan kemungkinan untuk berteman lagi dengan seseorang yang begitu saya sukai dan hargai,” ungkap Paz. (*)

(Sidik Nugroho. Diolah dari: Taruhan Mewujudkan Tulisan: Proses Kreatif Tujuh Penulis Pria Terkemuka Dunia, editor Jason Weiss, penerjemah Max Arifin, diterbitkan Jalasutra, Mei 2006.)

Gambar dari: www.agujaliteraria.com

Percik Inspirasi 1: Ajal dan Kebahagiaan

Dalam Bukan Pasar Malam, novelnya yang tersohor, diterbitkan pertama kali pada tahun 1951, Pramoedya Ananta Toer mengisahkan seorang anak revolusi yang mengunjungi ayahnya yang sakit keras akibat TBC. Ayahnya, seorang guru, setia berbakti pada negara sebagai pendidik yang menolak jabatan menjadi pengawas sekolah. Ia juga seorang aktivis partai yang dermawan, walau juga punya satu sifat buruk: suka berjudi.

Yang mengesankan adalah suatu malam ketika si anak bisa menjaga ayahnya hingga tidak tidur. Pramoedya menulis "... betapa bahagia rasanya tidak tidur untuk kepentingan seorang ayah -- ayahnya sendiri -- yang sedang tergeletak sakit. Dan terasalah olehku betapa gampangnya orang yang hidup dalam kesengsaraan itu kadang-kadang -- dengan diam-diam -- menikmati kebahagiaan."

Terlepas dari muatan kritik di dalam novel itu atas kondisi politik Indonesia terhadap para jenderal dan pembesar yang sarat dusta dan permainan kotor, novel yang amat disukai oleh Romo Mangun ini berupaya memaknai pertautan kasih bapak-anak yang dirasakan dan terjalin dalam penderitaan. Tulisan Pramoedya membuat saya membayangkan saat-saat ketika saya dulu berada di dekat seseorang ketika menunggu ajalnya tiba. Di saat-saat itulah kebahagiaan dan penderitaan berbaur; hakikat hidup yang sementara ini tersingkapkan; dan niat dan tekad untuk menjalani hidup agar lebih bermakna dibulatkan. (Sidik Nugroho)

"Berbagi kesenangan melipatduakan kesenangan, 
berbagi kesedihan membuat kesedihan menjadi setengahnya." 
~ Peribahasa Swedia ~

PROMO Trilogi 111 Kisah Inspiratif


Trilogi 111 Kisah Inspiratif ini akan terbit pertengahan tahun 2017. Sudah bisa dipesan sekarang; harga lebih murah, hanya Rp100.000,00. E-mail: serikatkopihitam@yahoo.com || WA: 0895-2823-9689.

Perhatian: Karena satu dan lain hal yang besifat teknis, buku-buku ini untuk sementara ditunda penerbitannya sampai ada pemberitahuan berikutnya. Mohon maaf dan terima kasih.

Buku Fiksi 1: MERPATI YANG KEMBALI

Sedang disiapkan terbit: Merpati yang Kembali, karya perdana Gita Purnama. Novel ini di-posting bab per bab di Wattpad, Storial, dan Blogspot. Bila tidak ada aral melintang, novel ini akan diterbitkan Agustus 2017. Anda bisa membacanya di:


Sinopsisnya:

Intan dibesarkan nenek yang sangat menyayanginya. Ia tinggal di Pontianak, tak jauh dari Sungai Kapuas. Ibunya menjadi tenaga kerja di luar negeri. Setamat SMA, ia berkuliah di Malang, meninggalkan neneknya sendirian. Ia sedih dengan pilihan itu, tapi ia rela melakukannya demi masa depannya.

Di Malang, Intan bertemu orang-orang yang mengubah jalan hidupnya: mahasiswi yang jadi wanita penghibur, pria kesepian yang romantis, dan mahasiswa yang memikat hatinya. Di kota itu, ia pun mengharapkan datangnya sebuah cinta sejati setelah seorang mengiriminya pesan:

Senyummu seperti sunrise, menghadirkan kedamaian.
Binar matamu seperti sunset, meninggalkan kenangan.


Perhatian: Karena satu dan lain hal yang besifat teknis, buku-buku ini untuk sementara ditunda penerbitannya sampai ada pemberitahuan berikutnya. Mohon maaf dan terima kasih.

Buku Nonfiksi 4: 111 KISAH INSPIRATIF TENTANG KASIH

Judul: 111 KISAH INSPIRATIF TENTANG KASIH
Penulis: Sidik Nugroho
Penerbit: Buana Karya
Tahun: 2017
ISBN: -
Tebal: 130 halaman, 13 x 19 cm
Harga: Rp35.000,00
Stok: Belum tersedia

Kasih yang besar melahirkan ketulusan.
Kasih yang besar juga sering tidak
didukung dengan banyak alasan.
Kasih identik dengan pemberian, bukan ganjaran.

Dalam kehidupan yang serba penuh tuntutan,
tak jarang kita kehilangan kasih.
Kita lupa pada ketulusan, keikhlasan,
atau kerelaan dalam memberi, menolong,
atau mengulurkan tangan.

Buku ini hendak mengajak pembaca merenungi
kisah-kisah tentang kasih.
Mungkin darinya kita menyadari bahwa
kita perlu senantiasa mengasihi dan dikasihi,
dan dapat mengingat kembali bahwa
Tuhan adalah Kasih.

(Buku sudah bisa dipesan lewat WA 0895-2823-9689. Beli Trilogi Inspirasi Rohani 111 Kisah Inspiratif harga lebih murah, hanya Rp100.000,00 => KLIK DI SINI)

Perhatian: Karena satu dan lain hal yang besifat teknis, buku-buku ini untuk sementara ditunda penerbitannya sampai ada pemberitahuan berikutnya. Mohon maaf dan terima kasih.

Buku Nonfiksi 3: 111 KISAH INSPIRATIF TENTANG PENGHARAPAN


Judul: 111 KISAH INSPIRATIF TENTANG PENGHARAPAN
Penulis: Sidik Nugroho
Penerbit: Buana Karya
Tahun: 2017
ISBN: -
Tebal: 130 halaman, 13 x 19 cm
Harga: Rp35.000,00
Stok: Belum tersedia

***

Tiap orang punya pengharapan.
Tiap jiwa punya kerinduan.
Tiap hati punya impian.

Dalam kehidupan yang terus bergejolak,
tak menentu, kadangkala pengharapan
perlu direnungkan kembali,
disegarkan, dan dimantapkan.

Buku ini hendak mengajak pembaca merenungi
kisah-kisah tentang pengharapan. Mungkin darinya
semangat bisa bangkit kembali; dan pembaca
menemukan nyala api, walaupun kecil,
untuk terus melanjutkan kehidupan. 

(Buku sudah bisa dipesan lewat WA 0895-2823-9689. Beli Trilogi Inspirasi Rohani 111 Kisah Inspiratif harga lebih murah, hanya Rp100.000,00 => KLIK DI SINI)

Perhatian: Karena satu dan lain hal yang besifat teknis, buku-buku ini untuk sementara ditunda penerbitannya sampai ada pemberitahuan berikutnya. Mohon maaf dan terima kasih.

Buku Nonfiksi 2: 111 KISAH INSPIRATIF TENTANG IMAN

Judul: 111 KISAH INSPIRATIF TENTANG IMAN
Penulis: Sidik Nugroho
Penerbit: Buana Karya
Tahun: 2017
ISBN: -
Tebal: 130 halaman, 13 x 19 cm
Harga: Rp35.000,00
Stok: Belum tersedia

***

Iman menuntun orang untuk percaya
bahwa Tuhan masih ada,
bahwa Tuhan tidak tidur,
bahwa Tuhan turut bekerja dalam segala hal,
mendatangkan kebaikan.

Dalam kehidupan yang penuh tantangan,
juga berliku, iman bisa terkikis.
Kepercayaan sirna, keyakinan pun pupus.
Kita pun jadi bertanya-tanya:
Di manakah Tuhan ketika kita membutuhkan-Nya?

Buku ini hendak mengajak pembaca merenungi
kisah-kisah tentang iman.
Mungkin darinya kita dapat
mengobarkan kembali keyakinan dan kepercayaan kita
bahwa Tuhan tidak pernah jauh. 

(Buku sudah bisa dipesan lewat WA 0895-7016-86811. Beli Trilogi Inspirasi Rohani 111 Kisah Inspiratif harga lebih murah, hanya Rp100.000,00 => KLIK DI SINI)

Perhatian: Karena satu dan lain hal yang besifat teknis, buku-buku ini untuk sementara ditunda penerbitannya sampai ada pemberitahuan berikutnya. Mohon maaf dan terima kasih.

Buku Nonfiksi 1: MENULIS UNTUK KEGEMBIRAAN

Judul: MENULIS UNTUK KEGEMBIRAAN
Penulis: Sidik Nugroho
Penerbit: Buana Karya
Tahun: 2016
ISBN: 9786027433304
Tebal: 140 halaman, 13 x 20 cm
Harga: Rp38.500
Stok: Habis

***

Menulis agar sukses? Menulis agar kaya? Tampaknya itu sudah dibahas dalam buku-buku lain. Buku ini hendak menawarkan pandangan berbeda: Anda bisa bergembira dengan menulis. Kegembiraan itu muncul ketika Anda bisa menuangkan isi pikiran Anda lewat tulisan, bahkan sebelum ada pembacanya.

Agar kegembiraan Anda lebih optimal, Anda diajak memahami mana tulisan yang cukup didokumentasikan, dan mana yang perlu dipublikasikan. Seringkali, banyak orang gagal bergembira dalam tulis-menulis karena berpikir semua tulisannya perlu dipublikasikan.

Buku ini juga memuat pengalaman penulis dalam memublikasikan tulisan-tulisannya. Sejauh ini Sidik Nugroho sudah menghasilkan berbagai jenis tulisan fiksi dan nonfiksi, panjang dan pendek. Ada tulisannya yang diterbitkan penerbit besar, juga secara mandiri. Lewat pengalaman yang ia bagikan, semoga kegembiraan Anda bertambah dengan membaca buku ini.